BMKG dan Pemkot Medan Perkuat Budaya Siaga Bencana Melalui SLG
Pada tanggal 21 November 2025 BMKG menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) tahun 2025 di Medan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa bumi dan tsunami.
Medan, 21 November 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) 2025 di Medan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa dan tsunami. Kegiatan ini mengusung tema “10 Tahun SLG: Membangun Budaya Sadar, Siaga, dan Selamat.”
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi gempa karena berada dekat zona subduksi dan Sesar Sumatra. Meskipun Kota Medan tidak berada tepat di jalur sesar, wilayah ini tetap berisiko terdampak guncangan gempa.
Menurutnya, SLG menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi bencana. BMKG juga menjalankan program lain seperti Sekolah Lapang Iklim (SLI), Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), dan BMKG Goes To School untuk memperkuat edukasi kebencanaan.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menambahkan bahwa SLG terus dikembangkan sejak 2015 agar materi lebih mudah dipahami. Tahun ini, kegiatan diikuti 55 peserta dari berbagai sektor dan dilengkapi dengan simulasi gempa.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menilai SLG sangat bermanfaat karena membantu masyarakat tidak panik saat gempa. Ia juga mendorong setiap gedung memiliki jalur evakuasi dan SOP keselamatan, serta edukasi kebencanaan dimulai sejak dini. Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI, Musa Rajekshah, yang menilai edukasi seperti SLG penting karena Indonesia merupakan wilayah rawan bencana.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap masyarakat semakin siap menghadapi gempa, mampu bertindak cepat, dan membangun budaya siaga bencana di Medan dan sekitarnya.